Senin, 11 Mei 2015

DEUTEROMYCOTINA



1.  Ciri-Ciri Deuteromycotina
a.  Hifanya bersekat dan dinding selnya dari zat kitin.
b.  Jarang membentuk tubuh buah dan berukuran mikroskopis.
c.  Hidup sebagai saprofit atau parasit
d.  Reproduksi seksualnya belum diketahui. Jadi, semua jenis Fungi yang sudah dapat diidentifikasi, tetapi belum diketahui cara reproduksi seksualnya dikelompokkan dalam deuteromycotina.

2.  Reproduksi Deuteromycotina
Reproduksi aseksual jamur ini dengan cara menghasilkan konidia, blastophora (membentuk tunas), dan arthrospora (membentuk spora dengan benang hifa). Cara reproduksi seksualnya belum diketahui sehingga dinamakan Fungi imperfecti atau jamur tidak sempurna. Apabila telah ditemukan cara reproduksi seksualnya, Fungi tersebut dapat digolongkan dalam divisi yang lain sesuai dengan cara reproduksi seksualnya.

3.  Contoh Deuteromycotina dan Peranannya
a.  Tinea versicolor menyebabkan penyakit panu pada manusia.
b.  Epidermophyton floocossum menyebabkan penyakit kaki atlet pada manusia.
c.  Trichophyton menyebabkan penyakit kulit ring worm pada manusia.
d.  Helminthospora oryzae sebagai parasit karena dapat merusak kecambah serta menyerang daun dan buah tanaman budi daya.
e.  Aspergillus ada yang sebagai saprofit pada berbagai bahan organik dan ada juga yang bersifat parasit.

Beberapa jenis Aspergillus sebagai berikut.
1)  Aspergillus oryzae merombak zat pati dalam pembuatan minuman beralkohol.
2)  Aspergillus wentii berguna dalam pembuatan kecap.
3)  Aspergillus flavus menghasilkan aflatoksin yang menyebabkan kanker hati.
4)  Aspergillus fumigates menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan unggas.





BASIDIOMYCOTINA



Divisi Basidiomycotina adalah takson dari Kingdom Fungi yang memproduksi spora dalam bentuk kubus yang disebut basidium. Basidiomycotina dibagi menjadi Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya) dan Heterobasidiomycetes. Basidimycotina dapat dibagi lagi menjadi 3 kelas, Hymenomycotina (Hymenomycetes), Ustilaginomycotina (Ustilaginomycetes), dan Teliomycotina (Urediniomycetes).

A.  Struktur Tubuh
Basidiomycotina adalah jamur multiseluler yang hifanya bersekat. Hifa vegetative Basidiomycotina terdapat dalam substratnya (tempat hidupnya), misal pada kulit kayu, tanah, dan serasah daun. Jalinan hifa generative jamur ini ada yang membentuk tubuh buah dan ada yang tidak membentuk tubuh buah. Tubuh buah pada Basidiomycotina disebut basidiokarp. Basidiokarp berukuran makroskopik sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk basidiokarp bermacam-macam, misalnya seperti payung, kuping, atau setengah lingkaran. Basidiokarp ada yang memiliki batang dan ada yang tidak. Pada bagian bawah tudung basidiokarp terdapat lembaran-lembaran (bilah). Pada lembaran ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan spora basidium (basidiospora). Basidiospora merupakan spora generative. Spora ( basidiospora ) yang jumlahnya empat berada di luar basidium. Spora dapat disebarkan oleh angin dan jika jatuh di tempat yang sesuai akan tumbuh menjadi hifa baru. Contohnya yaitu jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvaceae).

Jamur basidiomycota terdiri dari kumpulan benang miselium yang berkelompok membentuk tubuh jamur. Tubuh jamur berupa tubuh buah, sebagai hasil perkembangan dari zigot. Zigot dihasilkan oleh perkawinan antara hifa positif dan negatif. Tubuh buah menghasilkan spora dan spora terdapat pada basidium.

B.  Habitat
Jamur Basidiomycotina umumnya hidup sebagai saprofit pada sisa-sisa makhluk hidup, misalnya serasah daun di tanah, merang padi, dan batang pohon mati. Jamur yang parasit hidup pada organisme inangnya, misalnya tumbuhan dan manusia. Jenis lainnya ada yang bersimbiosis dengan akar tumbuhan membentuk mikoriza. Habitat mereka ada di terrestrial dan akuatik dan bisa dikarakteristikan dengan melihat basidia.

C.  Reproduksi
Reproduksi jamur ini terjadi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual yaitu dengan cara membentuk spora konidia. Basidiomycota bereproduksi secara aseksual dengan permulaan pembentukan spora aseksual. Budding terjadi ketika suatu perkembangan sel induk dipisahkan menjadi sel baru. Setiap sel dalam organisme dapat kuncup. Pembentukan spora aseksual yang paling sering terjadi di ujung struktur khusus yang disebut conidiophores.

Seperti Zygomycotina dan Ascomycotina, reproduksi seksual Basidiomycotina terjadi melalui perkawinan antara hifa yang berbeda jenismenghasilkan spora seksual (spora generative), yaitu spora basidium (basidiospora). Perkembangbiakan seksualnya dengan cara pembentukan basidiospora pada basidium atau di luar basidium melalui suatu tangkai yang disebut strerigma. Ada bermacam-macam badan buah pembentuk spora pada Basidiomycetes. Uredinales adalah salah satu contoh dari anggota Basidiomycetes yang dikenal sebagai jamur karat dapat membentuk 5 macam stadium pembentuk spora, yakni : pycnia, aecia, uredinia, telia dan basidium.

Salah satu ciri khas dari Subdivisi Basidiomycota yaitu pada siklus hidupnya. Dimana spora haploid tumbuh menjadi kusut kapas dari hyphae yang disebut mycelia. Mycelia ini biasanya tumbuh di bawah permukaan sampai mereka bertemu dengan miselium lain. Keduanya bergabung (Plasmogami) dan menghasilkan serangkaian binucleate, dikaryotic hyphae yang mencapai di atas tanah dan akan membentuk tubuh atau basidioma berbuah. Sel-sel tidak dapat membagi basidioma oleh mitosis yang normal karena mereka harus menghasilkan dua sel anakan masing-masing dengan salinan dari kedua orangtua inti. Hal ini dilakukan melalui pembentukan koneksi penjepit.

Dalam proses ini, sebuah bentuk saku menonjol di dinding sel hyphal pada suatu titik antara dua inti. Saku ini pada akhirnya akan membentuk penjepit. Kedua inti (a dan b) kemudian bagi mitotically. Pembagian ini berorientasi sedemikian rupa sehingga suatu ‘inti diposisikan dalam saku dan keduanya penjepit a “dan b’ inti adalah menuju ujung hypha, sementara b” inti mengambil posisi posterior. Selanjutnya, dinding sel terbentuk di antara penjepit sel posterior ujung hypha. Ujung sekarang telah lengkap dengan dua inti sel, tetapi sel posterior dan penjepit masing-masing hanya memiliki satu inti. Hal ini memperbaiki ketika kurva penjepit kembali ke hypha dan menyatu dengan sel posterior.

D.  Klasifikasi Basidiomycotina
Jamur Basidiomycota dibagi menjadi Homobasidimycotina (jamur yang sebenarnya); dan Heterobasidiomycetes. Sedangkan Homobasidimycotina dibagi menjadi 3 subclas yaitu :

1.  Hymenomycetes
Merupakan kelas terbesar dari Basidiomycota. Menghasilkan spora pada permukaan terbuka – melepaskan spora secara bertahap melalui struktur seperti pori-pori atau insang.
Orders: Agaricales, Aphyllophorales (3 contoh)

2.  Gasteromycetes
Menghasilkan spora pada permukaan tersembunyi, spora dilepaskan sesaat setelah penutupnya pecah. jamur ini menghasilkan basidiospores dalam basidiomata mereka, di mana spora benar-benar tertutup atau setidaknya merupakan bagian dari perkembangan mereka. Morfologi gasteroid basidioma telah berevolusi beberapa kali dalam basidiomycetes.
Contohnya puffball dan earthstar Orde Lycoperdales dan dua stinkhorns dari Orde Phalales.

3.  Heterobasidiomcetae
Menghasilkan spora di ujung benang mencolok. Mekanisme perkembangan jamur terus berlanjut untuk menjamin pembebasan spora yang efisien. Contohnya meliputi jeli jamur (digambarkan), rusts, Smuts.
Beberapa contoh spesies dari Divisi Basidiomycota, antara lain:
a.  Puccinia Graminis
b.  Jamur Merang (Volcariella Volvacea)
c.  Ustilago maydis
d.  Jamur Kuping
e.  Amanita Muscaria

E.  Peranan
Jamur basidiomycotina adalah kelompok jamur dengan jumlah sekitar sekitar 25 ribu spesies yang sudah diidentifikasi.

Beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang menguntungkan adalah sebagai berikut.
-   Jamur kuping (Auricularia polytrichia), jamur merang (Volvariella volvacea), dan jamur shitake (Lentinula edodes) dapat dimakan tubuh buahnya.
-   Jamur kayu (Ganoderma) sebagai obat atau makanan suplemen.

Adapun jamur Basidiomycotina yang merugikan adalah sebagai berikut
-   Jamur karat (Puccinia graminis) merupakan parasit pada daun tanaman pertanian dari family Gramineae, misalnya jagung dan gandum.
-   Puccinia arachidis, parasit pada tanaman kacang tanah.
-   Ustilago maydis, parasit pada jagung.
-   Amanita ocreata dan Amanita phalloides, beracun dan mematikan jika dimakan.
-   Amanita muscaria, dapat menyebabkan halusinasi jika dimakan.

Terdapat beberapa jenis jamur Basidiomycotina yang mempunyai tubuh buah yang sulit dibedakan antara beracun dan tidak beracun, sehingga lebih baik jangan memakan jamur yang belum diketahui dapat dimakan atau tidak.
-   Smuts, Parasit tanaman penting seperti gandum, oat, dan gandum hitam.
-   Rusts beberapa seperti : wheat black stem rust (Puccinia graminis), white pine blister rust melepuh pinus putih karat

Basidiomycotina memiliki dampak besar pada kehidupan manusia dan fungsi ekosistem. Banyak Basidiomycotina memperoleh gizi oleh mati membusuk dari bahan organik, termasuk kayu dan sampah daun. Demikian, Basidiomycotina memainkan peran penting dalam siklus karbon. Tetapi selain itu Basidiomycotina sering menyerang kayu bangunan dan struktur lainnya, yang memiliki konsekuensi ekonomi yang negatif bagi manusia. Simbiosis gaya hidup (intim asosiasi dengan organisme hidup lain) dikembangkan dengan baik dalam Basidiomycotina. Simbiosis Basidiomycotina termasuk patogen tanaman penting, seperti “rusts” (Uredinales) dan “Smuts” (Ustilaginales), yang menyerang gandum dan tanaman lain. Simbiosis lainnya yaitu menyebabkan penyakit pada hewan, termasuk manusia.

Tidak semua bentuk simbiosis dari Basidiomycotina menyebabkan kerugian bagi individu lain, namun sebagai contoh, beberapa Basidiomycotina, serta segenggam Ascomycotina, bentuk ectomycorrhizae, yang merupakan asosiasi dengan akar tumbuhan vaskular (terutama pohon-pohon hutan seperti pohon ek, pohon pinus, dipterocarps, dan eukaliptus; Smith dan Read, 1997).

Ectomycorrhizal Basidiomycotina membantu tanaman lain memperoleh mineral nutrisi dari tanah, dan sebagai imbalannya mereka menerima gula bahwa tanaman menghasilkan melalui fotosintesis. Simbiosis lain dari Basidiomycotina yaitu membentuk perkumpulan dengan serangga, termasuk semut pemotong daun, rayap, skala serangga, woodwasps, dan kulit kumbang (Wheeler dan Blackwell, 1984; Mueller et al., 1998).

Manusia telah menemukan beragam kegunaan Basidiomycotina. Jamur, baik dibudidayakan dan liar, dimakan di banyak negara. Beberapa Basidiomycotina menghasilkan racun mematikan (Benjamin 1995). Basidiomycete toksin yang phalloidin (dari jamur Amanita phalloides) mengikat aktin, yang merupakan komponen mikrofilamen. Fluorescent noda yang menggabungkan phalloidin digunakan oleh ahli biologi sel untuk memvisualisasikan Sitoskeleton.

Jenis racun lain yang dihasilkan oleh Basidiomycotina termasuk halusinogen yaitu berasal dari anggota genus Psilocybe (dan kelompok lain). Spesies Psilocybe tradisional telah digunakan dalam kebudayaan pribumi Amerika Tengah sebagai alat spiritual, dan sekarang dibudidayakan untuk perdagangan narkoba. Senyawa biokimia lain Basidiomycotina yang memiliki kegunaan praktis mencakup astaxanthin, pigmen merah yang dihasilkan oleh basidiomycetous ragi Phaffia yang digunakan untuk menambah warna untuk bertani salmon, dan enzim tertentu dari kayu-membusuk Basidiomycotina yang mempunyai potensi aplikasi dalam produksi kertas dan Bioremediasi (dekontaminasi menggunakan lingkungan yang tercemar agen biologis).





ASCOMYCOTINA



Ascomycotina adalah filum/divisi dari fungi. Anggota filum ini tersebar di seluruh dunia. Ascomycotina dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Sebagian besar dari jamur yang termasuk golongan Ascomycotina mempunyai hifa bersekat-sekat dan bercabang-cabang. Selain itu, terdapat jenis jamur yang mempunyai hifa berlubang sehingga protopolasma dan inti sel dapat mengalir dari satu sel ke sel lainnya. Struktur tubuh jamur dari golongan Ascomycotina ada yang multiseluler atau uniseluler seperti pada ragi.

Fungi ascomycotina mengalami meiosis setelah pembentukan zigot yang berumur pendek dan menghasilkan meiospora dengan pembentukan sel bebas dalam sebuah meiosporangium yang disebut askus. Ascomycotina menunjukkan kompabilitas seksual bipolar dan memiliki dinding sel yang terdiri dari dua lapisan.

Ascomycotina merupakan kelompok jamur yang terbesar, ada yang hidup parasit atau saprofit. Jamur yang hidup sebagai parasit, dapat menimbulkan penyakit yang sangat merugikan seperti pada tanaman tembakau, pepaya, karet, teh, cokelat, dan padi. Sedangkan jamur saprofit hidup pada bahan makanan atau sampah. .

Ciri-ciri umum Ascomycotina :
-   Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
-   Memiliki hifa yang bersekat-sekat, dan berinti banyak
-   Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
-   Hidupnya: ada yang parasit, saprofit, ada yang bersimbiosis
dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak).

Reproduksi:
Ascomycotina dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Ascomycotina menghasilkan spora sebagai hasil dari perkembangbiakan seksual.

Reproduksi Aseksual :
Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.

Reproduksi Seksual :
1.  Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan.
2.  Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid.
3.  Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.
4.  Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.
5.  Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.
6.  Pada ascomycotina yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.
7.  Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.
8.  Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru. Catatan: didalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. setiap haploid akan membelah secara mitosis sehingga setiap askus terdiri dari 8 buah spora.

Spora seksualnya askospora yang dihasilkan oleh askus dalam tubuh buah (askokarp). Spora aseksualnya adalah konidiospora. Hifa bersekat(berseptum). Anggotanya ada yang uniseluler contohnya saccharomyses cereviceae (khamir),penicilium chrysogenum (pembuat antibiotik), Aspergillus Wentii (membuat kecap) ,tetapi sebagian besar anggotnya multiseluler, contohnya morchella esculenta,sarcosypha coccinea, venturia inaequalis (merusak apel), claviceps purpurea (penyebab penyakit ergot pada gandum),dll. Beberapa jenis jamur bersimbiosis menjadi mikoriza, sebagian lagi bersimbiosis menjadi lumut kerak, sebagian besar sporofit pada sisa organisme.

Ciri khas Ascomycotina berkembang biak secara seksual dengan struktur pembentuk spora yang disebut Askus. Contoh ascomycota adalah Penicilium, Aspergillus, dan Saccharomyces.
Ascomycotina dibagi menjadi tiga kelas yaitu archiascomycetes, hemiascomycetes, dan euastomycetes.

1)  Kelas Hemiascomycetes
Karakter dari kelas ini diantaranya sebagai berikut:
1.  Aski tidak terbungkus di dalam atau pada tubuh buah
2.  Secara filogenetik kelas ini terdiri dari Budding yeasts dan genera yang yeasts ligt seperti Ascoidea dan Cephaloascus
3.  Kelas tersebut hanya memiliki satu ordo Saccharomycetales atau Endomycetales
4.  Taksa yang termasuk ke dalam ordo Saccharomycetales memiliki dinding sel yang umumnya terdiri dari manan dan gulkan
5.  Pada saat pembentukan septa, septanya terdiri dari satu atau beberapa pori yang mempunyai sumbat dan tidak terdapat woronin.

Kelompok jamur ini tidak membentuk askokarp, tidak mempunyai hifa, tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas sehingga terbentuk rantai sel atau hifa senu. Contoh anggota Hemiascomycetes adalah khamir Saccharomyces.
Beberapa jenis Saccharomyces antara lain:
-   Saccharomyces cerevisiae, khamir roti atau khamir bir, juga disebut khanir raja yang berguna dalam pembuatan roti dan alcohol.
-   tuac, bekerja mengubah air nira(legen) menjadi tuak.
-   Saccharomyces ellipsoideus, mempermentasi buah anggur menjadi anggur manuman.

2)  Kelas Archiascomycetes
Memiliki cirri karakter diantaranya sebagai berikut :
1.  Merupakan bentuk Ascomycotina primitive atau basal Ascomycetes
2.  Merupakan keturunan yang mengalami reduksi dari spesies-spesies yang lebih kompleks yang mempnyai askomata
3.  Memiliki tahapan seksual ascogenos, tetapi tidak memiliki hifa ascogenos
4.  Reproduksi aseksual dengan pertunasan (Budding) atau pembelahan (cleveage) kecuali pada genus Neolekta tidak ada ascomata ataupun konidiomata

Klas ini dibagi 5 ordo yaitu.

1.  Ordo Pneumocystidales
Karakter, Merupakan penyebab pneumonia pada pasien HIV, ex: Pnemocystis carinii,Dahulu dianggap sebagai protozoa

2.  Ordo Schizosaccharomycetales
Karakternya, Lebih dikenal denga fission yeasts karena reproduksi vegetatifnya dengan pembelahan sel

3.  Ordo Neolectales
Karakternya, Pada genus Neolecta mempunyai apotecia berbentuk clavatus dan bertangkai

4.  Ordo Promycetales
Karakternya, Terdiri dari satu family protomycetaceae dengan 5 genera yang terdiri dari 20 spesies, merupakan parasit pada tumbuhan berpembuluh, khususnya family Asteraceae dan Apiaceae, Protomicetales jga menghasilkan pigmen pada medium buatan seperti Taphrina.

5.  Ordo Taprinales
Karakternya, Terdiri dari satu family taprinaceae dengan genus tunggal kaprina yang terdiri dari hamper 100 spesies, Genus kaprina merupakan parasit bersifat demorfik, membentuk miselia dikariotik, Dan askus terbuka pada fase parasitic membentuk pertunasan sel, Membentuk pertunasan sel khamir pada fase saprobikbya pada fase haploid, Taprina merupakan parasit pada berbagai jenis tumbuhan berpembuluh, khususnya paku-pakuan, Rosales, dan fajales.

3)  Kelas Euascomycetes
Karakter dari kelas ini adalah sebagai berikut :
1.  Umumnya fungi Ascomycetous memiliki filament
2.  Komposisi dinding selnya didominasi oleh kitin dan glukan
3.  Mempunyai lubang septum dengan woroning bodies
4.  Euascomycetes dapat membentuk ascogonia dan ascomata
5.  Kebanyakan menghasilkan hifa pada medium buatan

Euascomycetes ini terdiri dari 3 sub kelas yaitu:

1.  Sub klas Plektomycetes
Ciri-cirinya :
-   tidak dapat membentuk askomaseluler dan askusnya yang prototunikata tidak mempunyai hamathecium,
-   askus terdapat bebas di atas miselium
-   askokarpanya berupa cleistotecium
-   askokarpanya tidak berseptum, misalnya Monascus sp. Dan Emirecela sp
Kelas ini terdiri dari 3 ordo yaitu, Ascosphaerales, Onygenales, dan Eurotyales

2.  sub klas Hymenoascomycetes
dibedakan cirinya berdasarkan anatomi dan morfologi Dari asal askusnya, yaitu Ascohymenial atau Ascolocular dari Ascomata dan Ascus yang unitunikata pada hypemenoas comycetes atau bitunikata.

3.  Sub klas Loculoascomycetes
Terdiri dari ordo-ordo Apothe chioid: Arthoneales, Patellariales, Lahmiales; ordo-ordo Perithecioid: Melanommatales, Pleosporales, Verrucariales, Chaetothyriales

Beberapa Peran Ascomycotina dalam kehidupan :
1.  Khamir (ragi roti) Saccharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti dan minuman beralkohol salah satunya berguna untuk membuat bir, maupun alkohol. mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi
2.  Khamir (ragi roti) Saccharomyces cereviceae, dan media lain yang sejenis, dapat membahayakan lever dan mengandung karsinogenik.
3.  Tuber magnatum atau Truffle putih digunakan dalam kuliner.
4.  Ragi anggur Saccharomyces ellipsoideus, untuk pembuatan wine dari anggur.
5.  Ragi tuak Saccharomyces tuac, untuk pemuatan tuak dari air nira.
6.  Kapang oncom Neurospora sitophila, untuk pembuatan oncom
7.  Neurospora crassa, kapang yang dipakai sebagai organisme model dalam biologi.
8.  Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinae, yang tubuh buahnya dapat dimakan.
9.  Venturia inaequalis penyebab penyakit yang merusak buah apel.
10.  Clavisceps purpurea hidup sebagai parasit pada bakal buah graminae,penyebab penyakit ergot pada tanaman gandum. Gandum yang terkena spesies ini akan menimbulkan ergotisma pada hewan atau manusia yang memakannya.
11.  Saccharomyces sp, Ciri umum Saccharomyces sp (ragi) tidak mempunyai hifa dan tubuh buah. Jenis ragi yang dimanfaatkan untuk pem-buatan tape atau pengembang adonan roti adalah Saccharo-myces cerevisiae. Jamur ini dapat memfermentasi glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida.
12.  Saccharomyces cerevisiae sebagai pengembang roti atau kue akan berhenti tumbuh jika kadar alkohol mencapai 4-5%, sedangkan CO2 yang dihasilkan akan mengembangkan adonan roti. Alkohol akan menguap habis ketika roti dibakar. Saccharomyces cerevisiae yang dimanfaatkan dalam minuman beralkohol baru berhenti tumbuh (berkembang biak) pada kadar alkohol mencapai 14-17%.
13.  Penecillium notatum dan P. chrysogenum penghasil zat antibiotik (penisilin) yang ditemukan tahun 1929 oleh Alexander Fleming.
14.  Penecillium cammemberti dan P. requefort dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keju.

Beberapa Peran Ascomycotina yang merugikan dalam kehidupan :
Ascomycotina merupakan kelompok jamur yang terbesar, ada yang hidup parasit atau saprofit. Jamur yang hidup sebagai parasit, dapat menimbulkan penyakit yang sangat merugikan seperti pada tanaman tembakau, pepaya, karet, teh, cokelat, dan padi. Sedangkan jamur saprofit hidup pada bahan makanan atau sampah.

Aspergillus
Aspergillus hidup sebagai saproba pada bermacam-macam bahan organik, seperti pada roti, daging yang sudah diolah, butiran padi, kacang-kacangan dan lain-lain. Koloninya berwarna abu-abu, hitam, kuning atau cokelat.

Jenis-jenis Aspergillus antara lain:
-   Aspergillus fumigates, bersifat parasit yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan unggas
-   Aspergillus flavus, penghasil flatoksin yang diduga sebagai penyebab penyakit kanker hati. Kapang ini benyak terdapat pada kacang tanah dan makanan yang terbuat darinya.
-   Aspergillus nidulan, parasit pada telinga menyebabkan outomikosis. Jamur ini dapat menimbulkan penyakit yang lain yang disebut dengan istilah ”Aspergillogis”.

Identifikasi ”Aspergillogis”
Penyakit jamur yang muncul dengan berbagai sindroma klinis yang disebabkan oleh spesies Aspergillus. Penderita dengan penyakit paru kronis (terutama asthma, juga penyakit gangguan paru kronis atau “cystic fibrosis”) dan penderita yang alergi terhadap jamur ini dapat menyebabkan kerusakan bronchus dan penyumbatan bronchus intermiten. Keadaan ini disebut sebagai allergic bronchopulmonary aspergillosis (ABPA). Kolonisasi saprophytic endobronchial pada penderita dengan pelebaran bronchus atau bronkiektasi dapat menimbulkan gumpalan hyphae, dan massa hyphae yang besar mengisi rongga-rongga yang sebelumnya sudah ada (berupa bola jamur atau aspergilloma). Suatu spesies Aspergillus dapat muncul bercampur dengan organisme lain dalam abses bakteriil paru-paru atau pada empiema.

Aspergillosis yang invasif dapat terjadi, terutama pada pasien yang menerima terapi imunosupresif atau sitotoksik; ia dapat menyebar ke otak, ginjal dan organ lain dan seringkali fatal. Invasi kedalam pembuluh darah berupa trombosis dan menyebabkan infark adalah ciri dari infeksi jamur ini pada pasien dengan kekebalan rendah.

Organisme ini dapat menginfeksi tempat dipasangnya katup jantung prostetik. Spesies Aspergillosis adalah penyebab paling umum dari otomikosis; jamur membuat koloni atau menyebabkan infeksi invasif pada sinus paranasal. Jamur ini tumbuh pada jenis makanan tertentu, isolat dari A. flavus (kadang juga spesies lain) bisa memproduksi aflatoksin atau mikotoksin lain; toksin ini dapat menyebabkan penyakit pada ikan dan hewan dan sangat karsinogenik pada hewan percobaan.

Hubungan antara kadar aflatoksin yang tinggi pada makanan dan timbulnya kanker hepatoseluler ditemukan di Afrika dan Asia Tenggara. Diagnosis ABPA ditegakkan antara lain adanya reaksi benjolan merah di kulit jika dilakukan skarifikasi atau suntikan intradermal dengan antigen Aspergillus, adanya sumbatan bronchus yang menahun, eosinofilia, terbentuknya antibodi presipitasi serum terhadap Aspergillus, peningkatan kadar IgE dalam serum dan adanya infiltrat paru yang bersifat transien (dengan atau tanpa bronkiektasis sentral). Kolonisasi endobronkial saprofitik didiagnosa dengan kultur atau ditemukannya Aspergillus mycelia pada sputum atau pada dahak ditemukan hyphae. Serum precipitin terhadap antigen spesies Aspergillus biasanya juga muncul. Bola jamur dari paru biasanya dapat didiagnosa dengan foto toraks dan dari catatan medis. Diagnosa aspergillosis invasif ditegakkan dengan ditemukannya Mycelia Aspergillus dengan mikroskop dari jaringan yang terinfeksi; konfirmasi diagnosa dilakukan dengan kultur untuk membedakan dengan penyakit jamur lain yang gambaran histologinya mirip.

Aspergillus fumigatus dan Aspergillus flavus adalah penyebab paling umum dari aspergillosis pada manusia, walau spesies lain dapat juga sebagai penyebab. Aspergillus fumigatus menyebabkan banyak kasus bola jamur; Aspergillus niger penyebab umum otomikosis.

Distribusi Penyakit
Tersebar diseluruh dunia, jarang dan bersifat sporadis, tidak ada perbedaan insidens berdasarkan ras atau jenis kelamin.

Reservoir.
Spesies Aspergillus secara alamiah ada dimana-mana, terutama pada makanan, sayuran basi, pada sampah daun atau tumpukan kompos. Konidia biasanya terdapat di udara baik di dalam maupun di luar ruangan dan sepanjang tahun.

Cara Penularan dan Masa Inkubasi
Cara penularannya yaitu melalui inhalasi konidia yang ada di udara. Dengan masa inkubasi dalam hitungan hari hingga minggu Penularannya tidak disebarkan dari satu orang ke orang lain

Kerentanan dan Kekebalan.
Spesies Aspergillus ditemukan dimana-mana, dan Aspergillosis biasanya muncul sebagai infeksi sekunder dan hal ini membuktikan bahwa orang yang sehat kebal terhadap penyakit ini. Kerentanan akan meningkat dengan pemberian terapi imunosupresif dan sitotoksik dan serangan invasif terlihat terutama pada pasien dengan netropenia yang berkepanjangan. Penderita HIV/AIDS atau penderita penyakit granulomatous kronik pada masa kanak-kanak juga peka terhadap infeksi jamur ini.

Cara Cara Pemberantasan

A.  Pencegahan :
Udara ruangan yang disaring dengan High Efficiency Particulate Air (HEPA) dapat menurunkan infeksi aspergillosis invasive pada penderita yang dirawat di RS terutama penderita dengan netropenia.

B.  Pengawasan Penderita, Kontak & Lingkungan Sekitarnya :
1.  Laporan pada instansi kesehatan setempat : laporan resmi biasanya tidak dilakukan, Kelas 5 (lihat tentang pelaporan penyakit menular).
2.  Isolasi : tidak perlu.
3.  Disinfeksi serentak : menjaga kebersihan, pembersihan terminal.
4.  Karantina dan Imunisasi: tidak dilakukan.
5.  Investigasi kontak dan sumber infeksi : tidak diindikasikan.
6.  Pengobatan spesifik : ABPA diobati dengan corticosteroid suppression dan biasanya membutuhkan terapi yang lama. Reseksi bedah, jika memungkinkan, adalah pengobatan paling tepat untuk aspergilloma. Amphotericin B (Fungizone® atau formasi lipid) IV dapat digunakan untuk infeksi jaringan bentuk invasif. Pemberian Itraconazole bermanfaat bagi penderita yang perkembangannya lebih lambat dan untuk penderita yang mempunyai masalah kekebalan. Terapi imunosupresif harus dihentikan atau dikurangi sebisa mungkin. Kolonisasi endobronkial harus diobati sedemikian rupa untuk memperbaiki drainase bronkopulmoner.

Penicillium
Kapang multiseluler ini mempunyai miselium bersekat-sekat. Ujung konidiofornya tidak melebar melainkan bercabang-cabang tadi. Penicillium, banyak terdapat pada bahan-bahan organik dan sebagai saprofit, misalnya sebgai berikut:
1.  Penecillium italicum dan P. digitatum perusak buah jeruk masing-masing dinamai juga kapang biru dan kapang hijau.
2.  Penecillium axpansup, menyebabkan buah apel membusuk ditempat penyimpanan.
3.  Penecillium islandicum merusak beras sehingga menjadi kuning, maka disebut “Yellow rice”.





Template by : kendhin x-template.blogspot.com